Laman

Kamis, 27 Desember 2012

Dibalik air mata wanita ( Ibu )

 Suatu hari, seorang anak bertanya kepada ibunya, "Ibu, mengapa ibu menangis?"
Ibunya menjawab, "Sebab ibu adalah perempuan, nak." "Saya tidak mengerti ibu," kata si anak. Ibunya hanya tersenyum dan memeluknya erat. "Nak, kau memang tak akan mengerti…"

Kemudian si anak bertanya kepada ayahnya. "Ayah, mengapa ibu menangis?" "Ibumu menangis tanpa sebab yang jelas," sang ayah menjawab. "Semua perempuan memang sering menangis tanpa alasan."

Si anak membesar menjadi remaja, dan dia tetap terus bertanya-tanya, mengapa perempuan menangis? Hingga pada suatu malam, dia bermimpi dan bertanya kepada Tuhan, "Ya Allah, mengapa perempuan mudah menangis?" Dalam mimpinya dia merasa seolah-olah mendengar jawabannya:

"Saat Ku ciptakan wanita, Aku membuatnya menjadi sangat utama. Kuciptakan bahunya, agar mampu menahan seluruh beban dunia dan isinya, walaupun juga bahu itu harus cukup nyaman dan lembut untuk menahan kepala bayi yang sedang tertidur.

"Kuberikan wanita kekuatan untuk dapat melahirkan bayi dari rahimnya, walau kerap berulangkali menerima cerca dari si bayi itu apabila dia telah membesar.

"Kuberikan keperkasaan yang akan membuatnya tetap bertahan, pantang menyerah saat semua orang sudah putus asa.

"Ku berikan kesabaran jiwa untuk merawat keluarganya walau dia sendiri letih, walau sakit, walau penat, tanpa berkeluh kesah.

"Kuberikan wanita perasaan peka dan kasih sayang untuk mencintai semua anaknya dalam apa jua keadaan dan situasi. Walau acapkali anak-anaknya itu melukai perasaan dan hatinya. Perasaan ini pula yang akan memberikan kehangatan pada anak- anak yang mengantuk menahan lelap. Sentuhan inilah yang akan memberikan kenyamanan saat didakap dengan lembut olehnya.

"Kuberikan wanita kekuatan untuk membimbing suaminya melalui masa-masa sukar dan menjadi pelindung baginya. Sebab bukannya tulang rusuk yang melindungi setiap hati dan jantung agar tak terkoyak.

"Kuberikan kepadanya kebijaksanaan dan kemampuan untuk memberikan pengertian dan menyedarkan bahawa suami yang baik adalah yang tidak pernah melukai isterinya. Walau seringkali pula kebijaksanaan itu akan menguji setiap kesetiaan yang diberikan kepada suami agar tetap berdiri sejajar, saling melengkapi dan saling menyayangi.

"Dan akhirnya, Kuberikan wanita air mata, agar dapat mencurahkan perasaannya. Inilah yang khusus kepada wanita, agar dapat dia gunakan bila-bila masa pun dia inginkan. Ini bukan kelemahan bagi wanita, kerana sebenarnya air mata ini adalah "air mata kehidupan."

Kamis, 20 Desember 2012

Berbakti kepada Ibu

Sesungguhnya Allah mewajibkan kepada kita untuk berbakti kepada orang tua secara umum, namun Allah mengisyaratkan kepada kita berbakti kepada ibu secara khusus.


Renungkanlah saudaraku....


Bagaimana perjuangan ibu yang mengalami berbagai kesulitan mulai dari mengandung, melahirkan, menyusui , mengurus , mendidik dan seterusnya terhadap kita. Walau beliau banyak mengalami keletihan namun kasih sayang dan cintanya terhadap kita tak pernah surut.Beliau selalu berusaha tegar di hadapan kita agar kita merasakan ketenangan berada di sampingnya.Karena jasa-jasanya yang tak ternilai itulah maka kita berkewajiban mencintai dan berbakti kepada beliau secara tulus ikhlas.

Perhatikanlah firman Allah Subhanahu Wa Ta'ala berikut ini:

" Dan kami perintahkan kepada manusia ( berbuat baik) kepada dua orang ibu bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah- tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu."( QS.Luqman : 14).


Dari Abu Hurairah berkata:

Ada seorang laki- laki mendatangi Rasulullah dan bertanya ," Wahai Rasulullah, siapakah yang paling berhak saya berbakti kepadanya? " Beliau menjawab, " Ibumu. " Dia bertanya lagi, " Kemudian siapa lagi?" Beliau menjawab, Kemudian ibumu." Dia bertanya lagi, Kemudian siapa lagi?" Beliau menjawab, " Kemudian ibumu." Dia bertanya lagi, Kemudian siapa lagi?" Beliau menjawab, " Kemudian ayahmu." ( HR. Bukhari dan Muslim ).


Wahai saudaraku...


(`*♥ Seberapapun besarnya pengorbanan kita untuk ibu tak kan bisa menggantikan besarnya kasih sayang ibu untuk kita...


(`*. ♥ Maka dari itu cintai, sayangi dan berbaktilah kepada orang tua terutama kepada ibu sebagaimana kasih dan cintanya yang tulus kepada kita..


(`*.♥ Jangan lupa do’akan agar Allah selalu melindungi dan menyayangi ayah ibu kita dalam segala keadaan : Ya Allah ampunilah dosa kami dan dosa ayah bunda kami, dan sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangi kami sewaktu kecil, aamiin...


Demikianlah sahabat saudaraku fillah semoga untaian singkat ini bermanfaat..